Waktu Terbaik Mengenalkan Yoghurt untuk Bayi

Yoghurt sangat baik untuk pencernaan bayi, terutama yang baru menginjak usia 8 bulan. Setelah 6 bulan mengonsumsi ASI eksklusif, masa pengenalan makanan pendamping ASI sangat tepat diawali dengan mengenalkan yoghurt untuk bayi. Selain itu, yoghurt jika dianggap sangat cocok untuk pencernaan bayi yang belum sempurna. Meskipun ada banyak kebaikan dibalik yoghurt, Bunda harus tetap berhati-hati saat memilih produk yoghurt yang cocok untuk si kecil.

Kapan Sebaiknya Mengenalkan Yoghurt untuk Bayi?

yoghurt untuk bayi

Untuk memastikan si kecil mendapatkan yoghurt yang tepat, Bunda sebaiknya selalu mencari informasi produk yoghurt sebanyak-banyaknya dan membandingkannya. Yoghurt yang baik untuk bayi memenuhi beberapa kriteria di bawah ini:

  • Memiliki kandungan bifidobacterium penghasil asam laktat L (+).
  • Tidak mengandung bifidobacterium penghasil asam laktat D (-).
  • Memiliki rasa yang natural, kerap disebut plain yoghurt.
  • Tidak mengandung pemanis, alami atau buatan.
  • Tidak mengandung pewarna.
  • Dibuat dari susu murni dengan kadar lemak yang tinggi, kerap disebut whole milk.
  • Memiliki kemasan yang baik, bersih dan rapat.
  • Melalui penyimpanan yang baik pada suhu 4-6 derajat celcius.

Selain kriteria yoghurt yang perlu Bunda penuhi saat memilih yoghurt terbaik, Bunda juga perlu memperhatian proses pemberian yoghurt kepada bayi. Mengingat beberapa bayi mungkin memiliki alergi terhadap laktosa, tes terlebih dahulu apakah yoghurt dalam skala kecil akan menimbulkan reaksi alergi. Salah satu cara termudah adalah dengan mencampurkan sejumlah kecil yoghurt pada cairan buah murni. Jika si kecil positif dapat menerima yoghurt, barulah ubah porsi campuran yoghurt yang diberikan. Perbanyak yoghurt dan tambahkan potongan-potongan kecil buah. Buah-buah yang dapat menjadi pilihan termasuk stroberi, mangga, alpukat, pisang, dan papaya.

Mengenalkan Yoghurt Pada Bayi

Meskipun begitu, jangan sampai Bunda melupakan konsistensi yoghurt. Sesuaikan konsistensi yang pas tergantung pada usia dan kemampuan mengunyah anak. Waktu pemberian yoghurt juga baik untuk diperhatikan. Sebaiknya jangan memberikan yoghurt pada anakdalam rentang waktu yang relatif dekat dengan jadwal pemberian susu si kecil. Berilah beberapa saat setelah makan siang sebagai waktu terbaik minum yoghurt.

Bolehkan Bayi Mengonsumsi Yoghurt?

bolehkah bayi mengonsumsi yoghurt

Beberapa pakar kesehatan anak menganjurkan untuk memperkenalkan yoghurt saat bayi sudah memasuki usia 9 atau 10 bulan. Namun berdasarkan studi, waktu yang tepat untuk memperkenalkan makanan padat adalah saat anak memasuki usia 4 hingga 6 bulan. Sebagai penengah, banyak ahli gizi merekomendasikan perkenalan yoghurt saat si kecil berusia 6 bulan di mana dia mulai diberi MPASI.

Memperkenalkan yoghurt bersama dengan MPASI lain adalah pilihan yang tepat. Ini karena produk olahan susu ini mengandung banyak sekali nutrisi seperti kalsium, protein dan vitamin. Susu sapi merupakan bahan utama yang sering diolah menjadi yoghurt tapi susu lain seperti susu kambing bahkan susu unta juga bisa diolah untuk membuat minuman susu fermentasi ini.

Yoghurt untuk Bayi Usia 7 Bulan

yoghurt untuk bayi usia 7 bulan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, usia paling tepat untuk memperkenalkan makanan lain selain ASI dan susu formula adalah saat bayi menginjak 6 bulan. Di usia 7 bulan, bayi tentu sudah diperbolehkan untuk mengonsumsi yoghurt. Lantas, yoghurt seperti apa yang cocok diberikan pada bayi?

Pilihan yoghurt terbaik untuk diberikan pada bayi adalah yoghurt tanpa rasa dan tanpa pemanis dan sudah dipasteurisasi. Pemberian yoghurt tanpa rasa atau plain ini dianggap paling aman karena banyak produk makanan dengan perasa, biasanya mengandung gula tambahan yang berbahaya untuk kesehatan gigi. Selain itu, konsumsi gula berlebih sejak bayi bisa meningkatkan risiko obesitas. Memilih plain yoghurt adalah cara termudah untuk menghindari asupan gula berlebih.

Bagaimana cara mengetahui apakah produk yoghurt yang Anda beli mengandung gula atau tidak? Cara paling mudah adalah dengan membaca labelnya. Tapi perlu diperhatikan bahwa beberapa merek yoghurt biasanya tidak mencantumkan kata ‘gula’ meskipun mereka menggunakan pemanis. Beberapa jenis pemanis tambahan yang bisa saja dimasukkan ke dalam yoghurt kemasan antara lain cane crystal, pemanis jagung, sirup jagung, dextrose, madu, sirup malt dan lain sebagainya. Pemanis-pemanis seperti ini juga sebaiknya Anda hindari.

Yoghurt untuk Bayi Usia 11 Bulan

yoghurt untuk bayi Usia 11 bulan

Menjelang usia 1 tahun, kemampuan bayi dalam menerima makanan semakin baik. Jika Anda melatihnya terus dengan memberikan berbagai jenis makanan, di usia 11 bulan sudah banyak sekali jenis makanan yang bisa diterima anak, termasuk yoghurt.

Jika di awal-awal perkenalan Anda hanya berani menyuapkan langsung yoghurt pada si kecil, di usia 11 bulan ini, mulailah berkreasi dengan berbagai macam bahan campuran. Daripada memberikan yoghurt dengan rasa buah yang banyak dijual di pasar, Anda bisa menambahkan sendiri berbagai jenis makanan ke dalam santapan yoghurtnya.

Beberapa jenis buah segar seperti persik, pisang, avokat yang sudah dihancurkan, ubi manis hingga labu bisa menjadi campuran yang membuat rasa yoghurt semakin sedap. Anda juga bisa membuat frozen smoothies untuk meredakan gusi yang bengkak karena si kecil mulai tumbuh gigi.

Yoghurt untuk Anak yang Diare

yoghurt untuk anak yang diare

Dalam buku Your Pregnancy Quick Guide disebutkan bahwa bayi yang rutin mengonsumsi yoghurt ternyata memiliki risiko rendah terkena diare. Ini karena yoghurt memiliki kandungan bakteri baik yang bisa menjaga kondisi di usus tetap terjaga. Bakteri baik ini jugalah yang konon membantu melawan mikroorganisme penyebab diare. Konsumsi yoghurt juga akan memperkuat sistem imun sehingga membantu anak memulihkan kembali sistem pencernaan yang kacau karena diare.

Yoghurt Cimory untuk Bayi

yoghurt cimory untuk bayi

Cimory merupakan salah satu brand yoghurt lokal yang sangat populer. Selain tersedia dalam berbagai rasa, Cimory juga tersedia dalam bentuk minuman siap saji. Tapi apakah Cimory bisa jadi pilihan untuk bayi yang usianya berada di bawah 1 tahun?

Perlu diketahui bahwa yoghurt yang baik untuk bayi adalah yang mengandung Bifidobacterium sp yang menghasilkan asam laktat tipe L (+). Asam laktat tipe D (-) tidak cocok untuk untuk bayi. Selain itu, Bifidobacterium sp juga merupakan senyawa yang memiliki hubungan simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) dengan sistem pencernaan bayi sehingga baik untuk dikonsumsi.

Pemberian yoghurt yang mengandung gula juga sebaiknya dihindari. Cimory yoghurt plain sendiri diketahui mengandung gula yang cukup tinggi sehingga sebaiknya tidak diberikan pada bayi yang usianya di bawah 2 tahun. Cimory sendiri melalui akun Twitternya menyatakan bahwa Cimory aman dikonsumsi anak yang usianya sudah menginjak 2 tahun.

Pada usia berapapun Anda memutuskan untuk memberikan yoghurt pada si kecil, pastikan Anda mengetahui dengan jelas kandungan dalam yoghurt yang Anda berikan. Gula, pewarna buatan dan perasa buatan sebaiknya dihindarkan untuk kebaikan anak.

Yoghurt pada dasarnya sangat aman dikonsumsi oleh anak-anak, termasuk mereka yang menderita alergi susu. Meski berbagan dasar susu, tapi laktosa penyebab alergi yang ada di dalamnya sudah diubah saat proses fermentasi. Jika si kecil menunjukkan reaksi yang Anda anggap tidak normal setelah mengonsumsi yoghurt, segera konsultasikan pada tenaga kesehatan terdekat.