Mari Mengenal Lebih Baik Apa Itu Intoleransi Susu Sapi – Part 2

Setelah Bunda mengetahui definisi, gejala, dan cara mengetahui apakah si kecil mengidap intoleransi susu sapi atau tidak, akan lebih bijaksana jika Bunda juga memahami dengan benar apa penyebab intoleransi susu sapi pada bayi ini dan setelah si kecil positif didiagnosa mengidap intoleransi susu sapi, apa yang harus Bunda lakukan? Berikut penjelasan lebih lanjut.

intoleransi susu sapi pada bayi

Penyebab dan Pengobatan Intoleransi Susu Sapi

Tentu Bunda penasaran bagaimana bisa si kecil mengidap intoleransi ini sedangkan Bunda sendiri tidak pernah mengalaminya – bahkan saat bayi. Nyatanya, hampir semua ibu dengan anak yang mengidap intoleransi ini mempertanyakan hal yang sama. Nyatanya, kondisi ini termasuk kondisi yang tidak umum atau jarang terjadi. Namun, ini cukup wajar terjadi pada anak dibawah umur 3 tahun. Semakin bertambahnya umur mereka, sebanyak 80% dari semua anak-anak ini mulai mau menerima produk susu sapi. Dan, proses ini terjadi begitu saja tanpa kendala yang sangat berarti. Para ahli tidak tahu secara pasti apa penyebab intoleransi ini dapat muncul pada bayi. Terlepas dari ini, mereka berasumsi bahwa intoleransi ini adalah reaksi alergi alami dari saluran pencernaan pada bayi. Tidak ada bukti valid yang membuktikan bahwa intoleransi ini diturunkan dari orangtua. Dan juga, munculnya intoleransi ini tidak ada hubungannya dengan terlalu dini atau lambatnya si kecil diperkenalkan dengan susu sapi.

intoleransi susu sapi pada bayi part2

Intoleransi susu sapi pada anak sebaiknya ditangani secara serius karena akan membuat si kecil tidak nyaman dan rewel terus menerus, terutama setelah minum susu. Pekalah dengan apa yang si kecil dan Bunda makan. Jika Bunda menyusui bayi yang memiliki intoleransi susu sapi, keluarkanlah produk murni dan olahan susu sapi dari diet harian Bunda. Jika bayi Bunda tidak lagi menyusui, carilah produk pengganti susu sapi ini dan jauhkan ia dari es krim atau keju. Tidak ada cara untuk mencegah intoleransi ini untuk terjadi. Satu-satunya cara adalah mengetahuinya lebih dini dan meminta bantuan dokter spesialis anak untuk mencari susu pengganti yang aman bagi si kecil.

Leave a Reply