Panduan Memberikan Menu Telur pada Bayi

Ketika bayi Bunda berusia enam bulan, inilah saatnya bagi Bunda untuk mulai memberikan makanan pendamping ASI agar tumbuh kembang si kecil semakin pesat dan meningkat. Pada usia ini, lambung bayi telah cukup sempurna untuk dapat menerima dan mencerna makanan lembut selain susu. Periode MPASI pertama ini biasanya menjadi sebuah pengalaman yang menggembirakan sekaligus menantang bagi ibu untuk menyiapkan dan melatih bayi untuk mulai belajar mengemut dan mengunyah. Beberapa bahan makanan yang biasanya digunakan pada periode ini meliputi kentang, brokoli, aneka sayuran hijau, wortel, ati ayam, tomat, pisang, pepaya, dan telur. Agar tidak salah dalam memberikan aneka makanan kepada bayi untuk pertama kalinya, ada baiknya Bunda selalu berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai apa saja jenis makanan yang diperbolehkan untuk diberikan kepada bayi usia enam bulan. Salah satu bahan yang dianjurkan adalah telur, namun tentu saja masih ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum memberikan menu telur pada bayi.

menu-telur-pada-bayi

Perhatikan Serba-Serbi Telur sebagai Makanan Pendamping ASI

Pertama, jangan pernah lupa pada fakta bahwa putih telur merupakan salah satu penyebab alergi pada bayi. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memberikan kuning telurnya saja terlebih dahulu kepada bayi kemudian lihat reaksinya setidaknya dalam dua hari berturut-turut. Biasanya reaksi alergi terhadap satu jenis makanan tertentu akan mulai tampak pada hari berikutnya. Jadi disarankan untuk hanya memberikan satu jenis makanan saja selama dua hari pertama MPASI. Jika tidak terjadi apa-apa, bisa dilanjutkan dengan jenis makanan yang lain. Yang kedua, sebisa mungkin hindari memberikan telur setengah matang kepada bayi karena pada bagian setengah matang tersebut kemungkinan masih mengandung bakteri salmonella yang belum benar-benar mati. Ketiga, waspadai kandungan telur mentah yang tersembunyi seperti yang terdapat pada es krim dan mayonnaise. Sebaiknya jangan dulu buru-buru memberikan bayi kedua jenis makanan tersebut karena lambungnya belum siap betul.

panduan-memberikan-menu-telur-pada-bayi

Lalu selanjutnya batasi jumlah telur yang dikonsumsi dalam satu hari. Telur terutama bagian kuningnya mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Batasan konsumsi kolesterol adalah 300mg per hari sementara satu butir kuning telur mengandung jumlah kolesterol hingga ¾ dari batasan konsumsi kolesterol. Selain itu, telur bisa mengakibatkan obesitas jika dikonsumsi secara berlebihan. Untuk bayi, idealnya pemberian telur adalah antara dua hingga tiga butir per minggunya. Dan yang terakhir hindari merebus telur terlalu lama karena bisa menurunkan kualitas protein yang dikandungnya. Idealnya telur direbus antara tujuh hingga sepuluh menit agar kandungan nutrisinya tetap terjaga. Selama Bunda memperhatikan beberapa panduan memberikan menu telur pada bayi seperti di atas, Bunda bisa memastikan bayi Bunda mendapatkan nutrisi seimbang dan bermanfaat.