Jenis Sayur-sayuran Terbaik untuk Bayi

Selama beberapa bulan setelah kelahiran, bayi biasanya hanya diberi ASI dan susu formula. Memasuki bulan keenam, bayi sudah bisa mendapatkan asupan makanan tambahan. Di masa-masa perkenalan makanan padat ini, penting untuk memberikan berbagai jenis sayuran sebagai sumber nutrisi.

Selain memenuhi kebutuhan gizinya, memberikan berberapa jenis sayuran akan membuat si kecil lidah si kecil menjadi terbiasa. Membiasakan makan sayur sejak kecil akan menghindarkan anak menjadi picky eater. Sebagai perkenalan, mulailah dengan memberinya sayuran yang memiliki rasa enak.

Sayuran untuk Bayi

Saat mulai memperkenalkan varian makanan padat, banyak ibu merasa cemas. Kita mungkin khawatir apakah sayuran yang diberikan akan sesuai dengan seleranya. Kalau tidak, apakah ada cara lain untuk membuat si kecil menyukai sayuran yang kita berikan?

American Academy of Pedriatic ternyata memiliki beberapa rekomendasi sayuran yang bisa diberikan saat usia bayi mencapai 6 bulan. Sebelum benar-benar memberikannya pada si kecil, ada baiknya kita berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter anak.

Ubi Jalar

Salah satu jenis sayuran yang direkomendasikan untuk bayi adalah ubi jalar. Ubi jalar memiliki tekstur yang empuk, mudah dihancurkan dan rasanya manis. Ubi jalar mengandung banyak beta karoten dan vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh si kecil. Kandungan seratnya yang kaya juga bisa membantu pencernaannya bekerja lebih maksimal. Rasa manisnya akan menjadi daya tarik yang pasti akan langsung disukai bayi.

Wortel

Wortel juga merupakan sayuran favorit untuk anak yang baru pertama kali mencoba. Salah satu sebabnya adalah rasanya yang manis. Saat bayi mendapat asupan wortel, berbagai komponen seperti Vitamin A, B, C dan kalsium akan membantu membuat tulang tumbuh kuat. Wortel juga mengandung potassium yang tinggi. Selain bagus untuk perkembangan penglihatan, wortel juga bisa memperkuat sistem imun tubuh dalam menghadapi berbagai penyakit. Rebus wortel hingga lunak dan sajikan tanpa campuran apapun agar lidah si kecil terbiasa.

Labu

Sama seperti ubi jalar dan wortel, labu juga sangat disukai anak-anak karena rasanya yang manis. Labu mengandung kalsium, serat dan vitamin yang sangat tinggi dan bisa diperkenalkan untuk bayi usia 4 hingga 6 bulan. Rebus beberapa potong labu, haluskan dan jadikan sebagai santapan sedap untuk si kecil.

Bayam

Saat kita berpikir si kecil sudah siap diberi sayuran hijau, maka mulailah dengan memberinya bayam. Bayam adalah jenis sayuran yang paling sering dicampurkan ke dalam nasi tim saat bayi mulai menyantap makanan padat. Bayam memiliki kandungan nutrisi yang kaya seperti kalsium, zat besi, mineral, asal folat dan berbagai jenis vitamin. Memberikan bayam pada bayi bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mencegah anemia.

Brokoli

Brokoli juga merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang mulai diperkenalkan saat si kecil memasuki usia 8 hingga 10 bulan. Brokoli memiliki rasa yang agak kuat dan sangat cocok dijadikan camilan untuk bayi yang mulai belajar makan sendiri. Brokoli bisa disajikan setelah dikukus untuk mendapatkan kandungan vitamin C yang tinggi di dalamnya. Salah satu manfaat lain brokoli adalah seratnya yang tinggi dan sangat baik untuk pencernaan.

Tomat

Tomat adalah sayuran yang terkenal karena kandungan likopennya yang kaya. Likopen berfungsi sebagai antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tak hanya itu, tomat juga mengandung vitamin C dalam jumlah besar yang akan sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi. Tomat adalah sayuran yang biasa disajikan dalam bentuk jus segar.

Bunga Kol

Sekilas, sayuran ini memiliki bentuk yang mirip dengan brokoli. Sayuran ini sangat cocok diberikan untuk bayi yang memasuki usia 6 bulan. Bunga kol mengandung vitamin C dan vitamin K yang tinggi. Kukus atau rebus beberapa iris bunga kol, haluskan sebelum disajikan pada si kecil. Cobalah untuk tidak merebus atau mengukus bunga kol terlalu lama untuk menjaga agar kandungan vitaminnya tidak hilang.

Lobak

Selain wortel, salah satu jenis sayuran umbi yang dianjurkan untuk diberikan pada bayi di masa perkenalan MPASI adalah lobak. Lobak adalah jenis sayuran yang tumbuh di iklim sedang dan biasanya digunakan untuk berbagai olahan makanan seperti campuran sayur dan salad. Untuk bayi, lobak adalah pilihan sayuran yang sangat tepat. Akarnya tinggi akan vitamin C sementara daun hijaunya mengandung vitamin A, C, K, kalsium dan juga asam folat yang tinggi. Jika kita menyajikan 100 gram lobak mentah akan didapatkan 29 kkal energy dengan kandungan gizi lain termasuk thiamin,niasin dan riboflavin. Baik lobak merah maupun lobak keduanya sama bagusnya untuk si kecil.

Seledri

Banyak orang yang belum tahu tentang manfaat yang dikandung oleh seledri. Sayuran dengan nama ilmiah Apium graveolens L ini kerap ditambahkan ke dalam sup dan dicampurkan ke dalam bubur nasi untuk bayi. Selain kandungan vitamin dan mineral di dalamnya, selederi juga merupakan sumber antioksidan yang tidak hanya baik untuk orang dewasa tapi juga untuk si kecil.

Seledri kaya akan vitamin C yang mampu membuat pertahanan tubuh bayi semakin kuat dan tak mudah terserang penyakit. Seledri juga mampu membantu mengatasi masalah pencernaan yang kerap dialami oleh si kecil. Caranya rebus biji seledri kemudian minumkan air sarinya kepada si kecil. Karena rasanya yang kuat, kita perlu menambahkan sedikit gula. Selain itu, seledri juga dianggap mampu memberikan perlindungan pada si bayi dari kerusakan-kerusakan saraf serta membantu otak bekerja lebih cepat dalam memproses, menganalisis serta mengambil keputusan.

Kacang Hijau

Kacang hijau adalah salah satu jenis makanan yang kerap kita santap untuk dijadikan bubur. Tidak hanya untuk orang dewasa, kacang hijau juga merupakan bahan makanan pokok yang baik untuk si kecil. Berbeda dengan bubur yang banyak dijual di pasaran, bubur kacang hijau untuk bayi biasanya dimasak dengan campuran buah dan sayur tanpa tambahan gula.

Mengapa kacang hijau adalah pilihan yang baik untuk si kecil? Kacang hijau memiliki banyak sekali nutrisi yang akan sangat membantu tumbuh kembangnya. Vitamin A, vitamin B1, zat besi dan posfor adalah beberapa di antaranya. Kacang hijau juga bisa membantu perkembangan otak bayi serta menjaga kesehatan dan kesuburan rambut si kecil.

Sebagai salah satu sumber bahan makanan yang mengandung nutrisi yang kita butuhkan, sayuran tidak boleh sampai ketinggalan dalam menu harian kita. Memperkenalkan sayur-sayuran sejak dini akan membuat si kecil terbiasa dengan rasanya.

Untuk mulai memperkenalkan sayur-sayuran, kita bisa mencoba dengan sepuluh jenis sayuran di atas. Jika si kecil sudah mulai terbiasa dengan rasanya, padukan dengan berbagai jenis bahan makanan lain demi mendapatkan manfaat terbaik!